H07. Bagaimana Engkau Menjadi Pembuka Pintu Kebaikan | Kunci Keenam - Do'a

Image
๐ŸŒ BimbinganIslam.com ๐Ÿ‘ค Ustadz Ratno Abu Muhammad, Lc.  ๐Ÿ“— Kitฤb Kaifa Takuunu Miftaahan Lil Khoir 〰〰〰〰〰〰〰 ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู… ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡ ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุฃุตุญุงุจู‡ ูˆู…ู† ุชุจุนู‡ู… ุจุฅุญุณุงู† ุฅู„ู‰ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ุงู…ุง ุจุนุฏ Pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan membaca Kitฤb: ูƒูŠู ุชูƒูˆู† ู…ูุชุงุญุงً ู„ู„ุฎูŠุฑ (Bagaimana anda menjadi pembuka pintu kebaikan) yang dibawakan oleh Syaikh Abdurrazzaq Al Badr hafizhahullah ta'ala  Pada kesempatan kali ini diantara kunci yang disebutkan oleh Beliau, yaitu kunci ke-6 (langkah ke-6) adalah doa. Baik kita langsung saja membaca penjelasan beliau. KUNCI KEENAM: DO'A  Doa adalah kunci segala sesuatu. Salah seorang ulama Salaf berkata tentang hal ini: "Aku memperhatikan seluruh amal kebaikan ternyata pintu-pintu kebaikan itu sangat banyak. Shalat adalah kebaikan, puasa adalah kebaikan, haji adalah kebaikan. Ada banyak pintu kebaikan aku temukan. Aku temukan sebuah kesimpulan bahwa seluruh kebaikan ters...

Permulaan Turunnya Wahyu Hingga Berdakwah Secara Sembunyi-Sembunyi



Rasululullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menerima wahyu ketika berumur 40 Tahun

Awal wahyu yang datang berupa mimpi yang nyata di dalam tidur beliau.

Lalu, pada bulan Ramadhan di Gua Hira, Allah ta'ala mengutus jibril untuk bertemu Nabi terakhir yang akan menjadi pembawa berita gembira, yaitu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.
Jibril mendatanginya seraya berkata "Bacalah!"
"Aku tidak bisa membaca" Kata Rasulullah
Jibril pun mengatakan hal yang sama, hal yang sama pun dijawab oleh Rasulullah, hingga pada akhirnya untuk ketiga kalinya, jibril menyampaikan surat Al-Alaq: 1-5.
Rasulullah mengulang bacaan ini dengan hati yang bergetar.

Ketika Rasulullah pulang setelah menerima wahyu dari JIbril, Rasulullah sangat ketakutan dan khawatir pada keadaan dirinya, beliau langsung menemui istrinya, seraya bersabda: "Selimutilah aku, semutilah aku!"

Lalu, Khadjah berkata "Tidak, Demi Allah. Allah sama sekali tidak akan menghinakanmu, karena engkau suka menyambung tali persaudaraan, ikut membawakan beban orang lain, memberi makan orang yanng miskin, menjamu tamu dan menolong orang yang menegakkan kebenaran"
Hal yang membuatku tertarik pada masa turunnya wahyu yaitu dimana sosok Ummul Mukminin Khadijah yang begitu cerdas dan dewasa, beliau mampu menenangkan Rasulullah Shallahu 'Alaihi wa Sallam di kala itu yang sedang ketakutan.
Pada awal tahun kenabian, Rasulullah Shallallahu 'Alahi wa Sallam mendapatkan perintah melaksanakan dakwah dari Allah ta'ala untuk memberi peringatan.

Inti dakwah Nabi saat itu adalah Dakwah Tauhid; penyerahan segala urusan kepada Allah, meninggalkan kesenangan diri sendiri, dan keridaan manusia, untuk dipasrahkan kepada keridaan Allah.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melaksanakan perintah dakwah berdasarkan firman Allah pada QS. Al-Muddatstsir: 1-7.

Setelah itu, Rasulullah selama dua puluh lima tahun beliau tidak pernah istirahat dan diam, tidak cukup untuk diri sendiri dan keluarga beliau. Beliau bangkit dan senantiasa bangkit untuk berdakwah kepada Allah, memanggul beban yang berat di pundaknya, tidak mengeluh dalam melaksanakan beban amanat uang besar di muka bumi ini, memikul beban kehidupan semua manusia, beban akidah, perjuangan dan jihad di berbagai medan. Beliau pernah hidup di medan peperangan secara terus-menerus dan berkepanjangan selama itu, semenjak beliau mendengar seruan yang agung dan mendapat beban kewajiban.

Semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan kepada siapapun yang berjuang untuk agama ini.

Periode dan Tahapan Dakwah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.
Dakwah Rasulullah dibagi menjadi dua periode, yaitu
  1. Periode Makkah, berjalan kira-kira selama 13 tahun
  2. Periode Madinah, berjalan selama 10 tahun penuh.
Periode Makkah menjadi tiga tahapan:
  1. Tahapan dakwah secara sembunyi - sembunyi, yang berjalan selama tiga tahun.
  2. Tahapan dakwah secara terang-terangan di tenga penduduk makkah, dimulai sejak tahun ke-4 dari nubuwah hingga akhir tahun ke-10.
  3. Tahapan dakwah di luar Makkah dan penyebarannya, yang dimulai dari tahun ke-10 dari nubuwah hingga hijrah ke Madinah.
As-Sabiqunal Awwalun (orang-orang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam)
Mereka adalah istri beliau, ummul mukminin Khadijah binti Khuwailid,, pembantu beliau Zaid bin Haritsah bin Syurahbi Al-Kalby, anak paman beliau Ali bin Abi Thalib (yang saat itu masih kecil), anak-anak dan yang hidup dalam asuhan beliau dan sahabat karib beliau. Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Mereka masuk Islam pada hari pertama dimulainya dakwah.

Dakwah di awal ini, Rasulullah dibantu oleh sahabat karib beliau yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Seperti mengharapkan kebaikan untuk orang-orang terdekatnya, Abu Bakar sangat bersemangat mendakwahkan Islam kepada kaumnya yang biasa duduk-duduk dengannya dan yang dapat dipercayainya.

Karena sosok Abu Bakar yang lemah lembut, ramah, akhlak yang mulia, dan baik pergaulannya dengan orang lain -atas izin Allah- berkat seruannya ada beberapa orang yang masuk Islam, yaitu Utsman bin Affan, Az-Zubair bin Al-Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa'd bin Abi Waqqash dan Thalhah bin Ubaidillah.
Dari sini kita bisa mengambil faedah bahwa sepatutnya orang yang pertama kali kita dakwahkan untuk beramar ma'ruf nahi munkar adalah keluarga dan sahabat-sahabat karib kita. Namun ada point penting yang harus kita perhatikan yaitu bagaimana akhlak kita.

Lihatlah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan Abu Bakar Ash-Shiddiq ketika mengajak keluarga dan orang-orang terdekat mereka untuk masuk Islam begitu mudah -atas izin Allah-, hal ini pasti ada sebab akibatnya, yaitu akhlak mereka. Sebelumnya Rasulullah sudah dikenal oleh Khadijah sebagai orang yang jujur, tutur kata, dan akhlak Rasulullah. Begitupun juga dengan sosok Abu Bakar Ash-Shidiq, beliau dikenal memiliki akhlak yang mulia oleh kaumnya dan orang-orang terdekatnya.

Untuk itu, kita yang saat ini berusaha untuk mendakwahkan kepada keluarga kita bagaimana Islam yang benar, Islam yang dibawakan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sepatutnya memperbaiki akhlak kita.
Sekitar empat puluh orang yang mereka termasuk dalam As-Sabiqunal Awwalun, yang semuanya berasal dari kabilah Quraisy.

Ibnu Ishaq berkata "Setelah itu banyak yang masuk Islam baik laki-laki maupun wanita. Sehingga nama Islam menyebar di seluruh Makkah dan banyak yang membicarakannya.

Mereka semua pada saat itu masuk Islam secara sembunyi - sembunyi dan Rasulullah pun mengajarkan mereka tentang Islam secara sembunyi-sembunyi.

Selama tiga tahun tersebut telah terbentuk sekelompok orang-orang mukmin yang senantiasa menguatkan hubungan persaudaraan dan saling bahu-membahu. Penyampaian dakwah terus dilakukan secara sembunyi - sembunyi dan perorangan, hingga turun wahyu yang mengharuskan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menampakkan dakwah kepada kaumnya, menjelaskan kebatilan mereka dan menyerang berhala-berhala sesembahan mereka.
Masyaallah ada point menarik yang bisa kita ambil dari paragraf ini, betapa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam sangat taat kepada Allah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabar selama tiga tahun untuk berdakwah secara sembunyi - sembunyi hingga datang wahyu dari Allah untuk berdakwah secara terang-terangan dan saat itulah Rasulullah mulai berdakwah secara terang-terangan. Tiga tahun kalau dipikir agak lama juga, siapa sih yang tahan mengerjakan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi selama itu, kalau kita mungkin ga tahan kali ya, tapi Rasulullah karena ketaatan beliau pada Allah mampu untuk menahan diri beliau dari sikap ketergesa-gesaan.
----------------------------------------------------------------------------------------------
Palu, 3 Januari 2020
Mutmainnah Setiara
#tantanganbacasiroh
----------------------------------------------------------------------------------------------
Diringkas dari Sirah Nabawiyyah Karya Syaikh Shafiyyurahman Al-Mubarakfuri.

Comments

Popular posts from this blog

DO'A ORANG DITINGGAL SAFAR DAN DO'A MUSAFIR UNTUK ORANG YANG DITINGGAL

H04. Bagaimana Engkau Menjadi Pembuka Pintu Kebaikan | Kunci Ketiga - Ilmu Yang Bermanfaat

H07. Bagaimana Engkau Menjadi Pembuka Pintu Kebaikan | Kunci Keenam - Do'a